Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Tapsel Serahkan 15 Ribu Benih Ikan dan 2,7 Ton Pakan ke Pokdakan Maju Jaya Sanggapati

banner 468x60

ANGKOLA TIMUR – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) terus memacu produktivitas sektor perikanan demi mewujudkan kemandirian pangan daerah.

Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, dengan menyerahkan bantuan berupa 15.000 benih ikan dan 2,7 ton pakan ikan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Maju Jaya di Desa Sanggapati, Kecamatan Angkola Timur, Senin (20/7/2026).

banner 336x280

Bantuan stimulus ini merupakan bagian dari program unggulan “Gerakan Seribu Kolam” yang digagas oleh Pemkab Tapsel. Program strategis tersebut dirancang khusus untuk mendongkrak angka produksi perikanan darat sekaligus mengejar target swasembada ikan di wilayah Tapanuli Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan bahwa “Gerakan Seribu Kolam” lahir sebagai respons atas ketimpangan antara angka konsumsi dan kapasitas produksi ikan lokal.

Merujuk pada data tahun 2024, tingkat konsumsi ikan masyarakat Tapsel menembus angka 15.000 ton per tahun. Sementara itu, kemampuan produksi pembudidaya lokal baru menyentuh angka 7.500 ton per tahun.“Intinya adalah swasembada ikan.

Karena data tahun 2024, konsumsi ikan di Tapsel 15 ribu ton per tahun, tetapi produksinya hanya sekitar 7.500 ton. Berarti setengahnya masih harus didatangkan dari luar daerah,” ujar Gus Irawan.

Melihat celah pasar yang begitu besar, Bupati menaruh harapan besar agar Pokdakan Maju Jaya dapat mengelola bantuan ini secara profesional dan optimal.

Hilirisasi dari peningkatan produksi ini tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar reguler masyarakat, melainkan juga diproyeksikan untuk menyuplai kebutuhan bahan baku program nasional.”Pasar hasil produksi masyarakat harus kita siapkan.

Karena itu, kita akan mendorong agar hasil ikan dari kelompok-kelompok masyarakat dapat masuk ke dapur Makan Bergizi Gratis (MBG),” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Irawan mendorong terciptanya ekosistem ketahanan pangan yang terintegrasi di Tapsel. Ia menekankan pentingnya sinergi antara sektor perikanan, pertanian, dan peternakan.

Integrasi komoditas mulai dari ikan, ayam, telur, hingga hasil tani dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat kedaulatan pangan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat desa.(Hendri)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *