Optimalkan 7 Kolam Warga, Bupati Tapsel Gus Irawan Serahkan 10 Ribu Benih Ikan dan Pakan di Pargarutan Dolok

banner 468x60

TAPANULI SELATAN, ANGKOLA TIMUR – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H. Gus Irawan Pasaribu, menyerahkan bantuan 10.000 ekor benih ikan dan pakan kepada Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Aek Siboru Namora di Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Senin (20/7/2026).

Bantuan ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan tujuh kolam air tenang (KAT) milik warga demi mendongkrak ekonomi pedesaan.

banner 336x280

Adapun rincian bantuan yang diserahkan langsung kepada ketua kelompok, Bona Tua, terdiri dari 2.000 ekor benih ikan mas, 8.000 ekor benih ikan nila, serta 60 sak pakan ikan berkualitas.

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan Pasaribu menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara profesional dan berkomitmen agar program ini memberikan dampak finansial yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.”Harapannya ini dijaga dengan baik, kemudian bisa berhasil dan menambah ekonomi masyarakat.

Kita berharap program ini berkelanjutan,” ujar Gus Irawan.

Beliau menambahkan bahwa bantuan stimulan ini harus menjadi pemicu awal kemandirian warga.

Bupati bahkan memberikan solusi hilirisasi dengan mendorong agar hasil panen budidaya ikan ini nantinya dipasok ke dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang berjalan di wilayah tersebut.

Sinergi Lintas Sektor dan Program KUR Nol PersenLebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Pemkab Tapsel terus mengintegrasikan sektor perikanan, peternakan, dan pertanian.

Selain mengelola kolam ikan, masyarakat didorong memanfaatkan lahan untuk komoditas pertanian produktif seperti jagung.

Untuk mendukung permodalan, Pemkab Tapsel telah memfasilitasi akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank Sumut. “Masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas KUR Bank Sumut dengan bunga nol persen,” tambah Bupati.

Di akhir penyerahan, Gus Irawan mengingatkan para pembudidaya untuk menerapkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Edukasi mengenai manajemen pemeliharaan, efisiensi pemberian pakan, hingga strategi pascapanen akan terus dikawal agar kelompok tani tidak sekadar menjadi penerima bantuan, tetapi tumbuh menjadi wirausaha mandiri.(Hendri)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *