TAPANULI SELATAN, analisasiber.com, – Potensi besar sektor pertanian dan perkebunan di Desa Somanggol–Panabari, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), kini mulai bergairah. Setelah sekian lama terkendala infrastruktur, Jalan Paya Somanggol-Panabari sepanjang 3 kilometer saat ini mulai lancar dilalui oleh kendaraan roda empat dan truk logistik pengangkut hasil bumi.
Sebelumnya, buruknya akses transportasi menjadi momok menakutkan bagi petani setempat. Medan jalan yang ekstrem kerap membuat truk pengangkut terpuruk, memperpanjang waktu tempuh, hingga menurunkan kualitas hasil panen sebelum sampai ke pasar induk.
Kondisi ini juga memicu melambungnya ongkos lansir yang memangkas pendapatan bersih petani.Kini, perbaikan infrastruktur jalan tersebut membawa angin segar.
Kelancaran arus distribusi langsung berdampak pada pangkasan biaya logistik secara signifikan, yang otomatis meningkatkan margin keuntungan para petani setempat.Kawasan ini dikenal produktif dengan menghasilkan puluhan ton komoditas unggulan setiap minggunya.
Berdasarkan data dari tokoh masyarakat setempat, Ferdi Pulungan, rincian produksi pertanian yang keluar dari wilayah tersebut setiap minggu meliputi:
Kol 5 ton, Cabai 1 ton, Tomat 1 ton, Alpukat, 1 ton Kopi 1 ton, Gula Aren 1 ton, Bawang Merah 500 kilogram, Sayuran Lainnya 500 kilogram, Bawang Prei 200 kilogram”
Melimpahnya hasil tani ini adalah urat nadi perekonomian kami. Dengan akses jalan yang mulai membaik, distribusi menjadi lebih cepat dan kami berharap nilai jual komoditas di tingkat kabupaten ikut terdongkrak,” ujar Ferdi Pulungan, Jumat (11/9).
Jalan Paya Somanggol–Panabari merupakan jalur vital harian bagi warga Desa Somanggol dan sekitarnya. Jalur ini menghubungkan langsung pusat sentra produksi pertanian menuju kawasan permukiman dan pasar.
Meski saat ini kondisi jalan sudah jauh lebih baik dan dapat dilalui, masyarakat sangat mendambakan adanya peningkatan kualitas jalan berupa pengaspalan permanen.
Warga berharap adanya sinergi yang kuat antara Dinas Pertanian serta Dinas PUPR Kabupaten Tapanuli Selatan untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.
Warga optimistis, jika jalan sepanjang 3 kilometer ini nantinya sepenuhnya mulus dan teraspal, Kecamatan Sayur Matinggi tidak hanya sekadar menjadi lumbung pangan daerah, tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraan hidup para petani secara berkelanjutan.(Hend)








Komentar