TAPSEL, SUMUT: analisasiber.com, – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pemulihan infrastruktur dan pemukiman warga pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada akhir 2025.
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, melalui Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), M. Frananda, menyampaikan bahwa anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana menjadi prioritas utama dalam postur keuangan daerah tahun 2026.
Meskipun kondisi keuangan daerah sedang menghadapi tantangan, Pemkab memastikan tidak akan melakukan efisiensi atau pemotongan pada pos anggaran yang bersentuhan langsung dengan pemulihan hak-hak warga terdampak.
Keputusan ini berkaitan erat dengan persiapan menghadapi masa pemulihan jangka panjang serta target penyelesaian perbaikan rumah warga sebelum memasuki bulan suci Ramadan. Frananda menambahkan, Pemkab Tapsel ingin memastikan bahwa seluruh dana stimulan dan bantuan pembangunan dapat tersalurkan tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi anggaran.
Warga Huta Godang Menanti Realisasi
Di sisi lain, warga Desa Huta Godang, salah satu lokasi terdampak parah, mulai menyuarakan desakan agar janji tersebut segera dibuktikan di lapangan.
Hingga saat ini, beberapa warga dilaporkan masih berupaya memperbaiki rumah mereka secara mandiri dengan keterbatasan ekonomi.
Meski pemerintah telah mulai menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) melalui Bank BRI bagi 418 warga dan mengalokasikan bantuan perbaikan rumah senilai Rp5,4 miliar, warga berharap proses fisik pembangunan infrastruktur desa yang rusak dapat segera dilakukan secara masif. (Hendri)













Komentar