Padangsidimpuan, Sumut: analisasiber.com, – Fenomena tingginya angka perputaran guru (teacher turnover) di lingkungan pendidikan kini tengah menjadi sorotan tajam. Salah satu contohnya terjadi di SD Negeri 200307 Padangsidimpuan. Kebijakan sekolah yang dinilai kerap melakukan bongkar-pasang tenaga pendidik, khususnya posisi Wali Kelas, memicu pertanyaan besar dari masyarakat terkait kelayakan dan mutu tata kelola manajemen sekolah tersebut.
Sorotan ini mencuat salah satunya dipicu oleh kebijakan pergantian Wali Kelas, seperti yang dialami oleh Ibu Sri, yang dialihkan menjadi guru bidang studi tanpa adanya proses evaluasi yang jelas.
Padahal, stabilitas tenaga pendidik merupakan fondasi utama dalam menjaga mutu dan kualitas capaian sebuah sekolah. Jika dalam satu tahun ajaran sebuah kelas harus mengalami pergantian guru berkali-kali, proses transfer ilmu dan pembentukan karakter murid dipastikan akan terganggu.
Dampak dari ketidakstabilan ini dirasakan langsung oleh para siswa. Secara psikologis, anak-anak terpaksa berulang kali beradaptasi dengan metode mengajar dan kepribadian guru yang baru.
Akibatnya, kontinuitas belajar menjadi terputus dan capaian akademik anak didik berpotensi besar mengalami kemerosotan. Kendati demikian, publik tetap perlu membedakan antara perputaran guru yang tidak sehat dengan rotasi resmi.
Pergantian Wali Kelas atau guru yang diakibatkan oleh mutasi berkala kedinasan, masa pensiun, ataupun promosi jabatan adalah hal yang wajar dan normatif. Namun, jika pergantian terjadi secara masif tanpa landasan regulasi yang jelas, orang tua murid dan masyarakat diimbau untuk lebih kritis dalam mengawasi jalannya pendidikan.
Melalui rilis ini, pihak manajemen SD Negeri 200307 Padangsidimpuan didesak untuk mengevaluasi kembali sistem manajemen sumber daya manusia (SDM) mereka.
Menjamin kesejahteraan psikologis serta kepastian tugas bagi para guru dan Wali Kelas bukan lagi sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi utama demi menjaga status kelayakan sekolah dan mutu pendidikan nasional.(Mina)








Komentar