TAPANULI SELATAN, SUMUT: analisasiber.com, – Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, mengapresiasi program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini dinilai sangat membantu pemerintah daerah di tengah keterbatasan kemampuan fiskal untuk memperbaiki seluruh sarana pendidikan secara bersamaan.
Pada tahun 2026, Kabupaten Tapanuli Selatan memperoleh bantuan revitalisasi untuk 82 sekolah. Bantuan tersebut mencakup 43 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)—termasuk 15 satuan pasca-bencana—serta 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang tersebar di berbagai kecamatan.
“Program pusat ini sangat membantu. Dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas, bantuan revitalisasi akan mempercepat target pembangunan Kabupaten Tapanuli Selatan, khususnya di sektor pendidikan,” jelas Bupati Gus Irawan usai membuka acara Griya Citra Open House TK Al-Ikhlas di Tapanuli Selatan, Jumat (16/10/2026).
Bupati menambahkan, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berkomitmen untuk melengkapi secara bertahap kebutuhan fasilitas yang belum terakomodasi oleh program pusat. Langkah ini dinilai penting agar hasil pembangunan dapat menunjang kegiatan belajar mengajar secara optimal.
“Kita ingin secara bertahap mewujudkan sarana pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Kalau sarana sekolah baik dan nyaman, tentu akan berdampak positif terhadap kualitas proses belajar mengajar,” ujarnya.
Ia juga berharap program revitalisasi ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan perlengkapan modern yang mendukung transformasi pendidikan.
“Harapannya tentu berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga peralatan pendukung seperti perangkat pembelajaran digital dan perlengkapan lainnya yang menunjang kualitas pendidikan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Irawan menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan pada akhirnya harus bermuara pada terciptanya suasana belajar yang aman dan layak bagi anak-anak. Sekolah tidak sekadar tempat belajar, melainkan ruang untuk menumbuhkan harapan dan membangun masa depan generasi muda.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dan bergandengan tangan dalam membangun pendidikan yang lebih baik demi melahirkan generasi Tapanuli Selatan yang berkualitas, hebat, menuju Tapsel bangkit.
“Yang kita inginkan bukan sekadar gedungnya selesai, tetapi sekolah itu benar-benar menjadi tempat yang nyaman, sehat, dan mendukung anak-anak kita belajar dengan lebih baik,” pungkasnya.(Hend)








Komentar