Tangerang,Analisasiber.com – Keberadaan arena permainan berhadiah di Pasar Malam Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, menuai sorotan publik. Aktivitas yang diduga lebih mengandalkan unsur peruntungan dibandingkan ketangkasan tersebut dinilai kurang tepat, terlebih berlangsung di tengah suasana bulan suci Ramadan.

Berdasarkan pantauan tim Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek pada Minggu (1/3/2026), arena permainan tersebut berada di bagian belakang lokasi pasar malam. Mekanismenya, pengunjung membeli tiket untuk memperoleh alat permainan, lalu mengikuti permainan dengan harapan mendapatkan hadiah bernilai besar.
Ketua Pokja Wartawan Gunung Kaler–Kresek, Sibti Alex, mengungkapkan bahwa sistem permainan yang dijalankan patut dipertanyakan.
Menurutnya, konsep yang ditawarkan tidak sepenuhnya berbasis keterampilan, melainkan cenderung mengandalkan faktor keberuntungan.
“Modelnya menjual tiket, kemudian pemain memperoleh alat permainan dan berharap hadiah besar. Ini perlu dikaji karena dikhawatirkan lebih mengarah pada unsur spekulatif,” ujarnya.
Yang menjadi perhatian, arena tersebut juga tampak diakses oleh anak-anak. Sejumlah bocah terlihat berada di antara para pemain dewasa, bahkan sebagian turut mencoba permainan tersebut.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan dampak edukatif dan moral bagi anak-anak.
“Ini harus menjadi perhatian bersama, terutama para orang tua, agar lebih selektif dalam mengawasi aktivitas anak-anak di ruang publik,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Kresek melalui Kanit Reskrim Ipda Mardi, SH., menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut. Ia mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelenggaraan pasar malam tersebut.
“Kami akan melakukan pengecekan dan pendalaman. Sejauh ini belum ada pemberitahuan resmi kepada Polsek Kresek terkait kegiatan tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu pengunjung, Eri, berharap agar pengelola lebih mengedepankan wahana hiburan keluarga yang edukatif dan aman. Ia menilai pasar malam seharusnya menghadirkan permainan rekreatif seperti komedi putar, kora-kora, ombak banyu, atau bianglala yang lebih ramah anak.
Selain persoalan arena permainan, masyarakat juga menyoroti aspek keselamatan dan kebersihan. Area parkir pengunjung yang memanfaatkan bahu jalan raya dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan. Bahkan, halaman masjid di sekitar lokasi turut dijadikan area parkir sementara.
Di sisi lain, pengelolaan sampah juga menjadi perhatian. Sisa-sisa sampah pengunjung terlihat berserakan di beberapa titik, sementara upaya penanganannya dinilai belum optimal.
Kondisi ini dianggap kurang sejalan dengan semangat Pemerintah Kecamatan Kresek yang tengah menggalakkan gerakan pengendalian dan pengurangan sampah.
Masyarakat berharap aparat dan pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar kegiatan hiburan rakyat tetap berjalan kondusif, tertib, serta selaras dengan norma sosial dan ketertiban umum.
Sumber : FWGK
Red.Nurhaedi Nedi















Komentar