Tapsel, Sumut: analisasiber.com, – Pemerintah Desa Haunatas Kecamatan Marancar akan merealisasikan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui.., penanaman jagung dan budidaya ikan air tawar.
Menurut Kepala Desa Haunatas, Bapak Latulanda Hadamean Pasaribu, unit usaha penanaman jagung akan menyesuaikan dengan kondisi alam serta bersinergi dengan program serupa yang dipelopori Polres Tapsel.
”Program Ketahanan Pangan di Desa Haunatas merujuk pada hasil rapat kesepakatan bersama dengan melibatkan semua unsur yang ada serta regulasi pengunaan Dana Desa 20% untuk ketahanan pangan, ” terang Kades Latulanda.
Dalam penanaman jagung, lanjut Kades, disesuaikan dengan SOP dari mulai seleksi varitas benih, pengolahan tanah,cara pemupukan, perawatan, sampai cara panen agar sesuai dengan target.
”Karena dari bayer sendiri memberikan harga standar untuk hasil panen jagung dari mulai Rp 5.500 – Rp 6.000/kg tergantung kepada tinggi rendahnya kadar air, ” jelas Kades.
Kades juga memaparkan perangkat desa akan mengcover segalanya termasuk sewa lahan , ” Jadi para petani, gak usah capek mikirin modal berapa, yang penting bekerja dengan baik sesuai SOP, ” ucapnya.
Tentang kenapa memilih budidaya ikan air tawar, Kades Latulanda menjelaskan peluang usaha ini sangat cerah, apalagi ada Program Seibu Kolam juga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di desa haunatas ini menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan protein hewani yang terjangkau dan berkelanjutan. Dengan demikian, masyarakat Desa Haunatas Kecamatan Marancar dapat memperoleh manfaat langsung, seperti peningkatan produksi pertanian dan perikanan, serta peningkatan pendapatan. di desa Haunatas.
Program “Seibu Kolam” merupakan salah satu inisiatif untuk meningkatkan aktivitas budidaya ikan di desa.
Dengan Demikian “Program Seibu Kolam” bukan hanya mendorong swasembada ikan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru dalam rantai pasok perikanan. Ini termasuk pemeliharaan, distribusi pakan, hingga pemasaran hasil panen. Dengan adanya program ini, diharapkan perekonomian masyarakat desa dapat meningkat dan mengurangi tingkat pengangguran.
Di akhir perbincangan, Kades menyebut Dengan semangat gotong royong dan visi Tapanuli Selatan kembali bangkit Mudah-mudahan melalui program seribu kolam membuka babak baru pembangunan desa berjalan lebih baik di Tapanuli Selatan. Dari kolam-kolam kecil di desa, lahirlah harapan besar bagi masa depan rakyat. //Red//









Komentar