Provinsi Banten, Analisasiber.com – Kepala Desa Gubugan Cibeureum diduga menunjukkan sikap “alergi” terhadap wartawan. Hal ini menuai kritik tajam dari Aktivis FORWATU (Forum Wartawan Indonesia), yang mendesak Camat setempat untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja kepala desa tersebut.
Kasus seperti ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, Kepala Desa Pondok Panjang juga diduga menghindari wartawan dengan cara bersembunyi di ruang kantornya.¹ Bahkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik pernah dilaporkan memblokir nomor awak media karena diduga enggan memberikan informasi.²
Dalam kasus Kepala Desa Gubugan Cibeureum, Aktivis FORWATU Banten menilai bahwa sikap tidak kooperatif terhadap wartawan mencerminkan kurangnya transparansi dan akuntabilitas. Mereka menyatakan bahwa pejabat publik seharusnya terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat melalui media.
“Kami mendesak Camat untuk segera mengevaluasi kinerja Kepala Desa Gubugan Cibeureum. Ketertutupan informasi publik dan sikap anti-kritik tidak sejalan dengan semangat reformasi birokrasi serta prinsip keterbukaan informasi,” tegas perwakilan FORWATU Banten.
Wartawan memiliki peran penting sebagai pengawas sosial dan jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, sikap tertutup dari pejabat publik patut dipertanyakan dan tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Ditulis oleh: Edo 3do
Diterbitkan oleh: Redaksi Analisasiber.com





















Komentar