Pandeglang, Banten,| Analisasiber.com – Polemik dugaan janji kelulusan dalam proses casting film Pasukan Seribu Janda mencuat di kawasan Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Banten. Koordinator lokal kegiatan tersebut, Adinda Novi, mempertanyakan tidak adanya klarifikasi resmi dari tim casting kepada masyarakat yang sebelumnya mengikuti proses seleksi.

Casting yang digelar pada 7 Januari 2026 di Pantai Citereup, Tanjung Lesung, melibatkan puluhan warga setempat, mulai dari nelayan, ibu rumah tangga hingga kalangan pemuda. Kegiatan tersebut disebut-sebut menjadi peluang tambahan penghasilan bagi masyarakat lokal yang berharap dapat terlibat dalam produksi film.
Menurut Novi, dalam proses seleksi tersebut salah satu anggota departemen tim casting bernama Chrys Edwards melakukan sesi wawancara dan pengambilan foto terhadap peserta. Ia mengklaim bahwa dalam kesempatan itu sempat disampaikan pernyataan yang mengarah pada kelulusan peserta yang hadir.

“Produksi film tersebut saat ini sudah berjalan, namun belum ada klarifikasi dan transparansi kepada masyarakat yang sebelumnya telah mengikuti interview. Masyarakat mempertanyakan kepastian yang sebelumnya disampaikan,” ujar Novi kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Ketiadaan informasi lanjutan, kata dia, memicu kekecewaan di kalangan warga yang telah meluangkan waktu dan biaya untuk mengikuti proses tersebut. Salah satu peserta casting yang enggan disebutkan namanya mengaku menempuh perjalanan jauh dengan harapan dapat terlibat dalam produksi film tersebut.

“Saya menempuh perjalanan berkilo-kilometer karena informasi itu. Saya mengalami kerugian, baik waktu maupun biaya, karena pernyataan yang disampaikan saat itu sangat meyakinkan. Namun sampai hari ini belum ada informasi yang jelas,” tuturnya.
Novi menilai situasi tersebut tidak hanya berdampak pada kekecewaan warga, tetapi juga berimbas pada kredibilitas dirinya sebagai koordinator lokal yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dengan tim produksi.
“Saya mengumpulkan masyarakat dengan niat membantu mereka mendapatkan peluang kerja tambahan. Namun sampai sekarang belum ada penjelasan resmi, sementara produksi sudah berjalan,” tegasnya.
Ia mendesak pihak tim casting, termasuk Chrys Edwards serta manajemen produksi film Pasukan Seribu Janda, untuk segera memberikan klarifikasi terbuka guna menghindari polemik yang semakin meluas di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Novi menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum apabila tidak terdapat itikad baik untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban kepada masyarakat yang telah mengikuti proses casting tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat tanggapan resmi dari Chrys Edwards maupun pihak produksi film Pasukan Seribu Janda terkait dugaan janji kelulusan dan minimnya transparansi tersebut.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan narasumber di lapangan dan pengakuan peserta casting. Redaksi tetap menjunjung tinggi asas keberimbangan serta membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam berita ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.
Iwan Wakabiro : Tim Liputan | AnalisaSiber.com















Komentar