TAPANULI SELATAN, SUMUT: analisasiber.com, – Era digitalisasi kini merambah hingga ke pelosok desa di Kabupaten Tapanuli Selatan. Salah satu yang menunjukkan progres signifikan adalah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Batu Godang. Melalui integrasi teknologi dan pemanfaatan potensi lokal, BUMDes ini diproyeksikan menjadi motor penggerak kemandirian ekonomi desa.
Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang mendorong setiap desa untuk lebih jeli mengenali potensi wilayahnya. Pemerintah daerah menekankan bahwa BUMDes bukan sekadar unit usaha, melainkan sarana strategis bagi desa untuk meraih kemandirian fiskal dan tidak terus-menerus bergantung pada dana transfer pusat.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan menginginkan setiap desa mengenali potensi masing-masing. Potensi tersebut harus dimanfaatkan semaksimal mungkin melalui BUMDes agar menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes) yang nyata,” ujar perwakilan pemerintah daerah dalam sebuah kesempatan.
Sementara itu, Kepala Desa Batu Godang, Kecamatan Angkola Sangkunur, Bapak Mahmuddin Sihombing, menyatakan komitmennya untuk terus mengawal transformasi ini. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah merupakan suntikan semangat bagi aparat desa dan pengurus BUMDes untuk bekerja lebih inovatif.”Kami menyadari bahwa digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Dengan sistem yang terdigitalisasi, kami ingin memastikan pengelolaan potensi Desa Batu Godang dilakukan secara profesional dan akuntabel. Tujuannya satu, yaitu memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga desa,” ujar Mahmuddin Sihombing.
Di lapangan, gerak cepat juga ditunjukkan oleh jajaran pengurus BUMDes. Manager BUMDes Desa Batu Godang, Saut Sihombing, bersama Sekretaris Suwadi, tengah fokus memetakan komoditas dan layanan jasa yang paling berpeluang untuk dikembangkan melalui ekosistem digital.
Saut Sihombing menjelaskan bahwa saat ini pihaknya sedang membenahi administrasi dan memperkuat literasi digital bagi para pengelola. “Bersama Pak Sekretaris (Sumadi), kami terus berupaya agar unit usaha yang ada di BUMDes ini bisa masuk ke pasar yang lebih luas.
Digitalisasi memudahkan kami memantau arus kas serta mempromosikan produk unggulan Desa Batu Godang ke luar wilayah Angkola Sangkunur,” jelas Saut.
Senada dengan hal tersebut, Sumadi menambahkan bahwa keterbukaan informasi menjadi kunci sukses BUMDes. “Dengan bantuan teknologi, laporan keuangan dan perkembangan usaha bisa diakses dengan lebih mudah, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap BUMDes semakin meningkat,” pungkasnya.
Transformasi Digital dan Kesejahteraan Masyarakat
Penerapan digitalisasi di BUMDes Batu Godang mencakup berbagai aspek, mulai dari sistem manajemen keuangan yang lebih transparan hingga perluasan pasar produk unggulan desa melalui platform digital. Dengan digitalisasi, efisiensi kerja meningkat dan jangkauan pemasaran produk lokal kini tidak lagi terbatas oleh sekat geografis.
Optimalisasi potensi desa ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendapatan yang dihasilkan oleh BUMDes nantinya akan diputar kembali untuk pembangunan infrastruktur desa dan program pemberdayaan warga, sehingga menciptakan siklus ekonomi yang inklusif.
Kolaborasi antara kebijakan desa yang progresif dan manajemen BUMDes yang solid diharapkan mampu membawa Desa Batu Godang menjadi desa percontohan dalam hal kemandirian ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Melalui dukungan penuh pemangku kepentingan dan semangat inovasi, BUMDes Batu Godang optimis dapat menjadi pilar utama dalam mewujudkan masyarakat Tapanuli Selatan yang lebih sejahtera dan mandiri. (Hendri)








Komentar