TAPANULI SELATAN, SUMUT: analisasiber.com, – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel) menyatakan komitmen penuh dan kesiapannya untuk memperluas pengembangan komoditas bawang putih secara signifikan. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, kepada Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebagai langkah nyata mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional.
Bupati Gus Irawan mengungkapkan bahwa Tapsel telah memulai langkah awal pada tahun 2026 dengan melakukan pengembangan lahan sekitar 10 hektare. Memasuki tahun 2027, target perluasan wilayah tanam diproyeksikan melonjak tajam hingga 15 kali lipat menjadi 150 hektare. Kenaikan target ini menempatkan Tapsel sebagai salah satu daerah strategis penopang komoditas bawang putih di Sumatra Utara.
“Potensi agroklimat wilayah kita sangat kuat. Tapsel dianugerahi karakteristik wilayah yang lengkap, mulai dari dataran rendah, sedang, hingga dataran tinggi,” ujar Gus Irawan. Ketersediaan variasi lahan inilah yang dinilai sangat cocok dengan syarat tumbuh tanaman bawang putih.
Lebih lanjut, Gus Irawan menekankan bahwa program ini memiliki nilai sosial-ekonomi yang sangat krusial, mengingat sekitar tiga perempat (75%) masyarakat Tapsel menggantungkan mata pencaharian mereka pada sektor pertanian. Oleh karena itu, komoditas bawang putih ini diarahkan tidak sekadar menjadi program tanam seremonial, melainkan harus dikembangkan secara terintegrasi agar memberikan nilai tambah ekonomi yang konkret demi kesejahteraan petani.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menggarisbawahi beberapa poin penting yang harus disiapkan demi menjamin keberhasilan para petani di lapangan:
1. Penyediaan benih unggul yang berkualitas dan cocok dengan iklim setempat.
2. Pendampingan budidaya secara intensif agar produktivitas hasil panen optimal.
3. Kepastian pasar untuk menyerap hasil panen dengan harga yang menguntungkan petani.
“Kita harus menjaga momentum ini dengan matang. Jangan sampai petani kita mencoba lalu gagal karena kurangnya dukungan teknis, yang akhirnya membuat mereka kehilangan kepercayaan,” tegasnya. Pemkab Tapsel memastikan siap pasang badan untuk mengawal seluruh prosesnya dari hulu ke hilir, berkolaborasi erat dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi.
Target 150 hektare pada tahun 2027 akan dijadikan tonggak utama bagi Tapsel dalam membangun kawasan produksi dan pusat perbenihan bawang putih yang mandiri dan kuat.
“Prinsipnya jelas, kita ingin potensi menjadi produksi, produksi menjadi pendapatan, dan pendapatan berujung pada kesejahteraan bagi seluruh petani di Tapanuli Selatan,” pungkas Gus Irawan.(Hendri)









Komentar