TANGERANG | Analisasiber.com – Respons cepat ditunjukkan Camat Kemiri Rudi Hadikarsono, S.H., S.IP., M.Si. dalam menindaklanjuti laporan masyarakat terkait jebolnya tanggul irigasi yang menyebabkan lahan persawahan milik warga di wilayah Kecamatan Kemiri terancam mengalami kekeringan.

Informasi awal diterima dari para petani yang tergabung dalam GP3A Kelompok Tani Sejahtera setelah mereka mendapati aliran air irigasi menuju area persawahan di Desa Lontar dan Desa Karang Anyar, Kecamatan Kemiri, tidak mengalir sebagaimana biasanya. Kondisi tersebut membuat sejumlah lahan pertanian milik warga mengalami kekurangan pasokan air.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, para petani bersama pengurus kelompok tani melakukan penelusuran di sepanjang jalur irigasi. Dari hasil pengecekan di lapangan, diketahui bahwa penyebab terhambatnya aliran air berasal dari tanggul irigasi yang jebol di Blok Kosambi, tepatnya di belakang Rumah Makan Padang Pasar Kemiri, Kabupaten Tangerang.
Mendapatkan laporan tersebut, Camat Kemiri Rudi HK langsung bergerak cepat dengan turun langsung ke lokasi guna meninjau kondisi tanggul yang rusak. Kehadiran camat di lokasi merupakan bentuk kepedulian pemerintah kecamatan terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya para petani yang sangat bergantung pada kelancaran sistem irigasi.
Salah satu perwakilan petani menyampaikan bahwa langkah cepat yang diambil Camat Kemiri memberikan harapan bagi para petani agar permasalahan tersebut segera mendapat penanganan.
“Kami melaporkan bahwa sawah warga mulai kekurangan air. Setelah ditelusuri bersama, ternyata ditemukan tanggul irigasi yang jebol di Blok Kosambi. Alhamdulillah, pemerintah Kecamatan Kemiri langsung merespons dengan turun ke lokasi untuk melihat kondisi sebenarnya,” ujarnya.
Peninjauan lapangan tersebut juga turut didampingi oleh Koordinator Mitra Cai UPI Ciliwung Cisadane, H. Dedi, bersama jajaran pengurus GP3A Kelompok Tani Sejahtera, di antaranya H. Jasim selaku Ketua, serta anggota lainnya seperti Samat, Barik, dan RT Sayuti.
Ketua GP3A Mitra Tani Sejahtera, H. Jasim, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya merupakan gabungan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang menaungi berbagai kelompok tani di wilayah Kecamatan Kemiri. Keberadaan GP3A bertujuan memperkuat koordinasi antar petani, khususnya dalam pengelolaan sistem irigasi, peningkatan produktivitas pertanian, serta kesejahteraan para petani.
“GP3A Mitra – Kelompok Tani Sejahtera menjadi wadah kerja sama para petani dalam menjaga dan mengelola irigasi. Ketika terjadi permasalahan seperti tanggul jebol ini, kami langsung berkoordinasi dan melaporkan kepada pihak kecamatan serta Mitra Cai UPI Ciliwung Cisadane agar segera ditindaklanjuti,” jelas H. Jasim. Kamis,(26/3/26).
Dengan adanya respons cepat dari Camat Kemiri serta dukungan berbagai pihak terkait, para petani berharap kerusakan tanggul tersebut dapat segera diperbaiki sehingga aliran air kembali normal dan aktivitas pertanian masyarakat tidak terganggu.
Langkah sigap Camat Kemiri tersebut pun mendapat apresiasi dari para petani. Mereka menilai kehadiran pemerintah di tengah masyarakat menjadi bukti nyata kepedulian terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang ekonomi warga di wilayah Kecamatan Kemiri.
Sumber: Pengurus GP3A Kelompok Tani Sejahtera Kecamatan Kemiri
Editor: Yudi Sayuti, S.T.




















Komentar