oleh

Kabiro Pangkep Analisasiber.Com Imbau Warga Waspada Modus Penipuan Nomor HP Diretas, Korban Terus Bertambah

banner 468x60

 

Analisasiber.Com |PANGKEP – Maraknya kasus penipuan dengan modus peretasan nomor handphone kembali menjadi perhatian serius di tengah masyarakat. Kabiro Pangkep Media Analisasiber.Com, St. Aisyah secara tegas menghimbau kepada seluruh warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan digital yang semakin canggih dan meresahkan.

banner 336x280

Imbauan tersebut disampaikan pada Jumat, 3 April 2026, menyusul banyaknya laporan dari masyarakat yang menjadi korban penipuan dengan modus “meminjam uang” melalui pesan singkat maupun aplikasi perpesanan. Dalam kasus ini, pelaku berhasil mengambil alih akun atau nomor handphone seseorang, kemudian menghubungi kerabat, keluarga, maupun rekan korban untuk meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.

St. Aisyah menjelaskan bahwa modus ini terbilang sangat berbahaya karena pelaku memanfaatkan kepercayaan antar individu. “Pelaku biasanya berpura-pura menjadi pemilik nomor dan mengirim pesan seolah-olah sedang dalam keadaan darurat, sehingga korban yang dihubungi merasa iba dan langsung mentransfer uang tanpa melakukan verifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa korban dari aksi penipuan ini sudah cukup banyak, bahkan sebagian besar terjadi karena kurangnya kehati-hatian masyarakat dalam menanggapi pesan yang masuk. Pelaku kerap menggunakan bahasa yang meyakinkan dan mendesak, sehingga membuat penerima pesan tidak sempat berpikir panjang.

Selain itu, peretasan nomor handphone biasanya terjadi akibat kelalaian pengguna, seperti memberikan kode OTP kepada pihak lain, mengklik tautan mencurigakan, atau mengakses situs yang tidak aman. Oleh karena itu, St. Aisyah menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi dan tidak mudah percaya terhadap pesan yang mencurigakan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Pangkep, agar selalu melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik nomor apabila menerima pesan permintaan uang. Jangan langsung percaya, apalagi jika disertai alasan mendesak,” tegasnya.

Ia juga menyarankan agar masyarakat segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penipuan, guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi. Kerja sama antara masyarakat dan aparat penegak hukum dinilai sangat penting dalam memberantas kejahatan siber yang kian marak.

Di era digital saat ini, kejahatan tidak lagi hanya terjadi secara konvensional, tetapi juga melalui teknologi yang semakin berkembang. Oleh sebab itu, literasi digital dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari berbagai modus penipuan.

Menutup himbauannya, St. Aisyah berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan teknologi komunikasi serta tidak mudah terprovokasi oleh pesan-pesan yang belum tentu kebenarannya. “Mari kita saling mengingatkan dan menjaga, agar tidak ada lagi korban akibat penipuan seperti ini,” pungkasnya.

 

( St. Aisyah )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *