DPD HKTI Sumut Konsolidasikan Musda, Perkuat Sinergi dengan BGN Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

banner 468x60

MEDAN, analisasiber.com, – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat memperkuat internal organisasi.

HKTI Sumut menggelar rapat konsolidasi dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna menyukseskan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

banner 336x280

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Ketua DPD HKTI Sumatera Utara yang juga Bupati Tapanuli Selatan, H. Gus Irawan Pasaribu, SE, Ak, MM, CA, di Hotel Grand Jamee Medan, Sabtu (25/7).

Agenda utama pertemuan ini menghasilkan keputusan penting, di antaranya pembentukan Panitia Musda HKTI Sumut serta pemberian mandat kepada 33 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara untuk segera melakukan konsolidasi di tingkat daerah.

Musda Sumut sendiri direncanakan bergulir setelah rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI, menyesuaikan agenda Ketua Umum HKTI Pusat yang juga Kepala BGN, Sudaryono.

Apresiasi Pelantikan Kepala BGN

Dalam kesempatan tersebut, Gus Irawan bersama seluruh jajaran pengurus DPC se-Sumut menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Ketua Umum HKTI Pusat, Sudaryono, sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (22/7) lalu.

“Kami mengucapkan selamat kepada Ketua Umum HKTI Pusat, Bapak Sudaryono, atas amanah baru sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Ini tugas mulia sekaligus berat.

Kami yakin beliau adalah pejuang rakyat yang mampu membawa berbagai reformasi positif di BGN,” ujar Gus Irawan yang diamini oleh seluruh pengurus.

Membangun Ekosistem Pangan dan Sejahterakan Petani

Gus Irawan menegaskan bahwa konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk memantapkan peran HKTI sebagai jembatan pembawa kemakmuran bagi petani.

Menurutnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar program pemenuhan gizi anak sekolah, melainkan peluang emas untuk membangun ekosistem ekonomi kerakyatan.”Dari sisi HKTI, kita melihat peluang besar untuk membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan petani lokal dan UMKM.

Sinergi antara HKTI dan BGN akan diarahkan pada penguatan rantai pasok pangan. Kita ingin kebutuhan bahan pangan untuk program MBG dipasok langsung oleh petani lokal, sehingga mereka mendapatkan manfaat ekonomi langsung,” jelas Gus Irawan.

Melalui persiapan Musda yang matang, Gus Irawan meminta 33 DPC Kabupaten/Kota bergerak serentak melengkapi persyaratan organisasi dan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah setempat.”Salam petani, salam petani makmur.

Kita harus bergerak bersama, memperkuat organisasi, dan memastikan HKTI hadir nyata untuk menyukseskan program strategis pemerintah demi mewujudkan petani yang mulia dan sejahtera,” pungkasnya.(Hendri)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *