ANALISASIBER.COM, BITUNG — Pertemuan silaturahmi dan tatap muka antara jajaran Airud yang dipimpin Bayu Aji Yuda Pratama bersama wartawan di Cafe Mono Box bukan sekadar ajang basa-basi. Di balik suasana santai ala warkop, terselip diskusi keras yang menyentil langsung realitas di lapangan.
Topik yang dibahas tak ringan. Dari pengawasan wilayah perairan, dugaan aktivitas ilegal, hingga lambannya respons terhadap sejumlah persoalan yang kerap menjadi sorotan publik. Wartawan yang hadir tak menahan diri—kritik dilontarkan terbuka, menuntut transparansi dan tindakan nyata, bukan sekadar narasi formal.
Bayu Aji Yuda Pratama menegaskan pentingnya sinergi dengan media. Namun bagi para jurnalis, pernyataan itu bukan hal baru. Yang ditunggu publik adalah bukti konkret di lapangan.
“Jangan sampai komunikasi hanya lancar di meja kopi, tapi mandek saat berhadapan dengan fakta di lapangan,” celetuk salah satu wartawan, disambut anggukan peserta lainnya.
Diskusi pun mengerucut pada satu hal krusial: kepercayaan publik. Di tengah derasnya informasi dan meningkatnya sorotan masyarakat, aparat dituntut lebih terbuka, cepat, dan tegas. Tanpa itu, ruang kosong akan diisi spekulasi dan kepercayaan bisa runtuh perlahan.
Pertemuan ini memang berlangsung hangat. Namun pesan yang lahir justru dingin dan tegas: wartawan akan terus mengawal, dan Airud dituntut membuktikan komitmennya bukan di forum diskusi, tapi di lapangan nyata.
Jika silaturahmi ini hanya berakhir sebagai rutinitas tanpa tindak lanjut, maka kopi yang diminum hari ini tak lebih dari saksi bisu sebuah formalitas. Namun jika ditindaklanjuti, inilah titik awal memperkuat pengawasan dan membangun Bitung yang lebih tertib dan transparan. (Stefany.T Mawei)















Komentar