Tangerang | Analisasiber.com – Carut marut dalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2025 di Provinsi Banten kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kekecewaan masyarakat mencuat di Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, yang berpuncak pada aksi unjuk rasa di depan SMAN 4 Kabupaten Tangerang, Senin (14/7/2025).
Aliansi Gabungan Masyarakat, Lembaga, Advokat, dan Media Banten Peduli menggelar aksi tersebut sebagai bentuk protes terhadap sikap tertutup pihak sekolah dalam menyampaikan data kuota dan jumlah peserta didik baru yang diterima.
“Kami hanya minta keterbukaan dari pihak sekolah sesuai dengan amanat Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Berapa kuota yang ditetapkan dan berapa jumlah siswa yang diterima,” tegas salah satu pengunjuk rasa kepada pihak sekolah.
Dalam suasana mediasi yang digelar di lokasi, Wakil Ketua Forum Media Banten Ngahiji (FMBN), M. Soleh, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap jawaban pihak sekolah yang dinilai tidak transparan.
“Mediasi tadi saya lihat, khususnya dari kepala sekolah dan pengawas, jawabannya sangat berbelit-belit. Padahal permintaan kami hanya dua: kalau bisa, tambah kuota. Kalau tidak bisa, cukup buka data penerimaan siswa. Tapi jawaban mereka justru muter-muter, tidak jelas,” ujar M. Soleh.
Ia pun menilai, sikap tertutup pihak sekolah menimbulkan dugaan adanya penyimpangan.
“Kalau memang tidak ada yang ditutupi, tinggal buka data. Tapi kenyataannya tidak begitu. Dari situ kami menduga kuat ada kebohongan yang ditutup-tutupi,” pungkasnya.
Aksi unjuk rasa akhirnya disikapi oleh pihak sekolah dan pengawas dengan menggelar mediasi tertutup bersama perwakilan peserta aksi. Hasil mediasi menyebutkan bahwa pihak sekolah berjanji akan memberikan data yang diminta pada keesokan harinya, Selasa (15/7/2025).
Editor & Penerbit: Analisasiber.com | PT. Global Suara Siber















Komentar