oleh

Tak Tunggu Malam, Polsek Pangkajene Patroli Dialogis Pagi Hari Sapa Warga Paddoangdoangan

banner 468x60

 

 

banner 336x280

Analisasiber.Com |PANGKAJENE ~ Menjaga kamtibmas tak harus menunggu gelap. Senin 27/04/2026 pagi, saat sebagian warga memulai aktivitas, personel Polsek Pangkajene justru turun ke jalan untuk menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat.

 

Dipimpin Kanit Samapta *Aiptu Abdullah* bersama *Aiptu Amirullah, SH*, patroli dialogis itu menyusuri Jalan Sukowati dan Jalan Plamboyan, Kelurahan Paddoangdoangan, Kecamatan Pangkajene, sejak pukul 10.00 Wita.

 

Tanpa rompi anti peluru, tanpa sirine yang meraung. Keduanya memilih berjalan kaki, berhenti di tiap warung, menyalami pedagang, dan duduk bersama warga yang sedang bersantai. Obrolan mengalir ringan: dari harga sembako, cuaca, hingga keluhan soal parkir liar.

 

“Kita sengaja keliling pagi begini, Pak. Biar tahu langsung suasana lingkungan. Sekalian silaturahmi,” sapa *Aiptu Abdullah* kepada sekelompok bapak-bapak yang sedang ngopi. Sontak gelak tawa pecah. Suasana yang awalnya sungkan berubah jadi akrab.

 

Di sela canda, pesan kamtibmas tetap diselipkan. *Aiptu Amirullah, SH* mengingatkan warga agar tidak lengah. “Kalau lihat orang tidak dikenal gerak-geriknya mencurigakan, atau ada potensi ribut antar tetangga, langsung hubungi kami. Jangan tunggu besar. Nomor Bhabinkamtibmas aktif 24 jam,” pesannya.

 

Pendekatan itu disambut hangat. *H. Baso*, tokoh masyarakat setempat, mengaku senang polisi makin dekat. “Dulu kita segan sama polisi. Sekarang bisa duduk bareng, cerita-cerita. Anak-anak juga tidak takut lagi,” katanya.

 

*Kapolsek Pangkajene Iptu Hasrul, S.Sos* menegaskan, patroli dialogis pagi hari adalah strategi membangun kepercayaan. “Kalau malam kita cegah kriminalitas. Kalau siang, kita rawat hubungan. Kamtibmas yang kuat lahir dari komunikasi yang baik, bukan dari rasa takut,” tegasnya.

 

Menurut Iptu Hasrul, informasi sekecil apa pun dari warga sangat berharga untuk deteksi dini. “Polisi tidak bisa kerja sendiri. Warga adalah mata dan telinga kami di lapangan,” tambahnya.

 

Hingga patroli berakhir menjelang siang, situasi di Paddoangdoangan terpantau aman dan kondusif. Warga kembali beraktivitas dengan tenang, membawa satu pesan yang sama: polisi kini tak hanya menjaga, tapi juga merangkul.

 

( St. Aisyah )

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *