LABUHANBATU SELATAN, analisasiber.com, – Dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan diguncang insiden kekerasan. Seorang siswa Kelas 10 SMAN 2 Kotapinang berinisial M. (Rafki) dilaporkan mengalami luka-luka serius. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan oleh sejumlah rekan sekolahnya saat jam pelajaran berlangsung.
Akibat kejadian tersebut, M. Rafki saat ini harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kotapinang.
Korban mengalami luka pada bagian mata dan dada, serta terus mengeluhkan rasa mual akibat trauma fisik yang dialaminya.
Pihak keluarga berharap korban segera mendapatkan penanganan medis terbaik agar bisa lekas pulih.
Kasus dugaan kekerasan di lingkungan sekolah ini telah resmi dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak berwajib untuk penyelidikan lebih lanjut.
Perwakilan keluarga dan seluruh pihak terkait mendesak agar proses hukum berjalan secara transparan, objektif, dan berkeadilan.
Insiden ini menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan.
Sekolah seharusnya mutlak menjadi ruang aman dan kondusif bagi siswa untuk menuntut ilmu, bukan tempat terjadinya tindakan kekerasan.
Melalui momentum ini, seluruh elemen masyarakat, pihak sekolah, dan orang tua diajak untuk memperketat pengawasan, mengedepankan pembinaan karakter, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan (bullying) demi masa depan generasi muda.(Hendri)











Komentar