oleh

Program Sanitasi ODF dan Pembangunan WC Umum (SBS) Diperkuat di Teluknaga dan Pakuhaji

banner 468x60

Kabupaten Tangerang, Analisasiber.com – Upaya percepatan terwujudnya wilayah bebas buang air besar sembarangan terus digencarkan di wilayah Teluknaga dan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang. Melalui Deklarasi Open Defecation Free (ODF) yang digelar Rabu (18/02/2026) di Kantor Desa Kambes, Kecamatan Teluknaga, pemerintah bersama pihak swasta menegaskan komitmen memperkuat program Sanitasi Berbasis Masyarakat (SBS).

banner 336x280

Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi percepatan sanitasi layak yang terintegrasi dengan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), sekaligus mendukung implementasi Peraturan Presiden (PP) Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting.

Acara tersebut dihadiri perwakilan Bupati Tangerang, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr. Hendra Tarmiji, perwakilan PT Surya Pertiwi/Toto Tbk Drs. Faisal, Dirut PT AGS CSR H. Restu Maesaha, Camat Pakuhaji H.M. Supriyatna, S.Sos., MM., Camat Teluknaga Kurnia, S.STP., M.Si., Lurah Pakuhaji Sanusi, SH, perwakilan CSR dr. Bambang, Kepala Desa Kambes Ahmad Salim, kelompok swadaya masyarakat, para penerima manfaat program sanitasi, serta unsur RT/RW dan tamu undangan lainnya.

Target 90 Persen Wilayah ODF

Camat Teluknaga Kurnia, S.STP., M.Si. menegaskan bahwa percepatan ODF menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia menyampaikan bahwa target capaian sanitasi layak di wilayah Pakuhaji dan Kambes diharapkan mencapai minimal 90 persen.

“Program ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga mendorong perubahan perilaku higienis masyarakat. Edukasi dan pemberdayaan menjadi kunci agar wilayah benar-benar bebas buang air besar sembarangan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan unsur masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat realisasi program sanitasi.

55 Unit Terealisasi di Desa Kambes

Kepala Desa Kambes, Ahmad Salim, menyampaikan apresiasi kepada pihak perusahaan melalui program CSR yang telah merealisasikan 55 unit fasilitas sanitasi bagi warga.

“Kami berterima kasih atas dukungan PT AGS melalui CSR yang telah membantu desa kami. Program ini menurunkan angka penyakit, mengurangi penyebaran penyakit berbasis lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Ahmad Salim.

Menurutnya, program ODF dan STBM juga meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sanitasi yang baik dan lingkungan yang bersih serta sehat.

Tantangan Infrastruktur dan Anggaran

Sementara itu, dr. Hendra Tarmiji dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa program sanitasi mencakup penyediaan akses sanitasi layak, pelatihan higiene, serta membuka peluang wirausaha berbasis sanitasi.

Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, di antaranya keterbatasan infrastruktur terutama di wilayah terpencil serta alokasi anggaran sanitasi yang masih relatif rendah.

“Diperlukan penyesuaian dan perencanaan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah agar program berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Kolaborasi untuk Lingkungan Sehat

Camat Pakuhaji H.M. Supriyatna turut menyampaikan bahwa perubahan perilaku masyarakat memang membutuhkan waktu dan edukasi yang konsisten. Dengan kolaborasi pemerintah, swasta, dan lembaga masyarakat, diharapkan program sanitasi dapat semakin efektif dan wilayah bebas buang air besar sembarangan dapat terwujud secara menyeluruh.

Melalui deklarasi ODF ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lingkungan bersih dan sehat, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir utara Tangerang.

Reporter: Kabiro Endo

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *