Serang – Analisasiber.com
Insiden tragis terjadi di kawasan industri Pancatama, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (14/06/2025). Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, berinisial MJ, warga Kampung Gambar, Desa Nambo Ilir, Kecamatan Kibin, tewas setelah terjatuh dan terlindas mobil pengangkut limbah besi milik PT Mulia Aditama.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban diduga memanjat truk pengangkut limbah besi untuk mengambil sisa material. Naas, korban tergelincir dan jatuh tepat ke arah roda kendaraan yang sedang berjalan.
Saksi mata berinisial AR menyatakan bahwa tidak ada pengawasan atau petugas keamanan yang mengatur lalu lintas kendaraan berat saat kejadian berlangsung. “Anak itu naik truk, mungkin mau ambil sisa besi, tapi tergelincir dan langsung terlindas ban belakang,” ungkapnya.
Keluarga Korban Menyesalkan Kurangnya Kepedulian
Ayah korban, Muktar, mengungkapkan kesedihannya sekaligus kekecewaan terhadap pihak perusahaan.
“Anak saya baru berumur 10 tahun. Gara-gara ngambil besi, nyawanya hilang. Tidak ada satu pun yang datang ke rumah sakit untuk memberikan perhatian,” ujar Muktar lirih.
Muktar menyebut pihak manajemen PT Mulia Aditama hanya datang ke rumah dan memberikan uang sebesar Rp500.000, itupun berasal dari dana pribadi, bukan tanggung jawab perusahaan. Sementara, bantuan lain datang dari pihak pengelola Resan sebesar Rp1.000.000 untuk membeli kain kafan karena keterbatasan biaya keluarga korban.
Dirinya berharap pihak perusahaan bertanggung jawab dan memberikan kompensasi yang layak demi penghormatan kepada anaknya yang telah meninggal serta untuk biaya peringatan 40 harian almarhum.
Polisi Selidiki Insiden, Aktivitas Limbah Masih Berjalan
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas insiden tersebut. Belum ada klarifikasi resmi dari manajemen PT Mulia Aditama.
Masyarakat setempat mendesak agar perusahaan lebih memperhatikan keselamatan di sekitar area operasional, khususnya karena aktivitas pengambilan sisa limbah besi masih berlangsung secara bebas oleh warga tanpa pengawasan.
“Ini bukan hanya soal kecelakaan, tapi soal nyawa. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” tegas seorang tokoh warga yang enggan disebut namanya.
Catatan Redaksi:
Kami akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menghubungi pihak manajemen PT Mulia Aditama untuk memberikan klarifikasi. Keamanan warga sekitar kawasan industri adalah tanggung jawab bersama, termasuk perusahaan dan aparat terkait.
Team Redaksi Kabiro Kab.Serang















Komentar