oleh

Merasa Difitnah, Manajer Good Speed Coffee Luruskan Kronologi Sebenarnya Soal Tuduhan Etika di MMCnews.id

banner 468x60

ANALISASIBER.COM, BITUNG — Manajer Good Speed (GS) Coffee, Andi Ilham Mahyuddin, menyampaikan keberatan keras serta klarifikasi resmi terkait pemberitaan sepihak yang dipublikasikan oleh media online MMCnews.id pada Minggu (11/10/2026) dengan judul “CUSTOMER MULAI GERAH! Etika Manajer Good Speed Coffee Disorot, Owner Diminta Turun Tangan”.

Andi menilai berita tersebut melanggar prinsip kehati-hatian serta tidak objektif karena ditayangkan tanpa adanya proses konfirmasi (check and balance) kepada pihak manajemen.

banner 336x280

Saat dikonfirmasi dan diwawancarai secara langsung di Kedai Kopi Arteri, Wangurer Timur, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, pada Minggu malam (11/10/2026) pukul 22:05 WITA, Andi membeberkan kronologi kejadian yang sebenarnya secara objektif.

Menurut keterangan Andi, peristiwa bermula pada Minggu sore sekitar pukul 17:00 WITA. Rombongan yang terdiri dari 4 orang yang belakangan diketahui di antaranya merupakan oknum wartawan memasuki kedai Good Speed Coffee cabang MM kuliner

Kemudian, rombongan tersebut memesan konsol playbox (Play stasion) dari luar kedai. Dan perlu di ketahui, beberapa cabang Goodspeed menjalin kerja sama dengan playbox, tapi untuk Goodspeed cabang saung, tidak termasuk dalam kerja sama tersebut.

Selama berada di lokasi, rombongan tersebut menyalakan perangkat *playbox* pribadi mereka dengan volume yang sangat keras hingga membuat beberapa customer merasa terganggu.

“Tindakan saya murni berlandaskan tanggung jawab pekerjaan sebagai manajer untuk menjaga kenyamanan seluruh pengunjung. Ada keluhan langsung dari pengunjung lain yang merasa sangat terganggu dengan suara bising dari perangkat yang mereka bawa,” tegas Andi Ilham Mahyuddin.

Atas aduan konsumen lain tersebut, Andi mendatangi meja rombongan untuk memberikan teguran secara persuasif dan santun, meminta agar mereka saling menghargai kenyamanan publik. Namun, upaya pendekatan profesional tersebut sepertinya tidak di dengar oleh rombongan tersebut, karena suara teguran disertai kata “permisi” itu terdistraksi dengan suara speaker konsol yang keras.

Demi menjaga suasana kedai tetap kondusif, Andi terpaksa mengambil langkah tegas spontan dengan mengecilkan volume *playbox* tersebut secara mandiri. Tak lama setelah teguran tersebut diberikan, rombongan oknum wartawan itu meninggalkan lokasi.

Namun, tidak lama pasca-kejadian, terbit narasi pemberitaan yang menyudutkan etika manajer tanpa pernah ada proses konfirmasi resmi maupun wawancara penyeimbang kepada Andi selaku pihak yang dituduhkan.

Andi menyayangkan sikap oknum wartawan yang datang sebagai pengunjung tetapi terkesan bersikap sewenang-wenang dan mengabaikan norma kesopanan di ruang publik. Ia juga mengkritik tindakan penerbitan berita sepihak yang terkesan sarat akan sentimen personal.

“Kami sangat menghormati profesi jurnalis. Namun, menyalahgunakan kapasitas wartawan untuk berbuat sekehendak hati saat menjadi pengunjung, lalu menayangkan berita tanpa konfirmasi hanya karena tidak terima ditegur saat membuat kegaduhan, adalah tindakan yang sangat jauh dari kode etik jurnalistik,” pungkas Andi.

Pihak manajemen Good Speed Coffee berharap publik dapat menilai persoalan ini secara jernih dan berimbang berdasarkan fakta lapangan yang sebenarnya. (Cumapolapa)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *