ANALISASIBER.COM
TAPANULI TENGAH — Memasuki hari ke-10 status Tanggap Darurat pascabencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tukka dan Kecamatan Badiri, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) terus menunjukkan komitmennya dalam penanganan lingkungan pascabencana. Tim Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tapanuli Tengah dikerahkan secara intensif untuk membersihkan sisa-sisa material sampah di kawasan terdampak pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Aksi penanganan ini berfokus pada pengumpulan sampah plastik serta sampah spesifik akibat bencana. Seluruh material sampah yang berhasil dikumpulkan langsung diangkut menggunakan armada truk sampah menuju Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Aek Nabobar di Kecamatan Pinangsori.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah, Erniwati Batubara, SE, MM, menyampaikan bahwa aksi kebersihan ini bukan sekadar langkah responsif. “Kegiatan ini akan terus kami laksanakan sebagai bentuk upaya membudayakan kembali semangat gotong royong, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor,” kata Erniwati.
Lebih lanjut, Erniwati menambahkan bahwa pemulihan lingkungan pascabencana memerlukan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui edukasi di lapangan, warga diharapkan terdorong untuk terus menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri serta berkomitmen merawat budaya gotong royong sebagai langkah antisipasi bencana di masa mendatang,” pungkasnya.(Sep LG)
#TaptengBangkit
#TaptengNaikKelas
#TaptengTangguh
#SahataSaoloan
#DiskominfoTapteng



















Komentar