Kabupaten Tangerang | Analisasiber.com —
Pasca bencana banjir yang merendam lima desa di wilayah Kecamatan Kresek akibat luapan Sungai Cidurian, Kepala Desa Kresek Saidul Milad menunjukkan kepemimpinan responsif dengan turun langsung ke lapangan guna memantau kondisi warganya yang terdampak, Senin (26/01/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tangerang sejak akhir tahun 2025 hingga awal Januari 2026 mengakibatkan Sungai Cidurian meluap dan menggenangi sejumlah wilayah. Sedikitnya lima desa terdampak banjir, yakni Desa Kresek, Desa Koper, Desa Pasir Ampo, Desa Patrasana, dan Desa Renged.
Di Desa Kresek, genangan air merendam permukiman warga, akses jalan desa, hingga area persawahan. Kepala Desa Kresek Saidul Milad bersama perangkat desa dan unsur terkait tampak aktif menyambangi titik-titik banjir untuk memastikan keselamatan warga serta ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
“Kami memprioritaskan keselamatan warga. Pemerintah desa hadir langsung untuk memastikan kondisi masyarakat aman serta bantuan dapat tersalurkan dengan baik,” ujar Saidul Milad di sela-sela peninjauan lokasi banjir.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah desa masih melakukan pendataan dampak banjir secara menyeluruh.
Proses tersebut dilakukan secara bertahap mengingat kondisi air di beberapa titik belum sepenuhnya surut.
“Pendataan masih berlangsung. Kerugian secara materi belum bisa kami pastikan karena kondisi banjir masih terjadi di sejumlah wilayah,” jelasnya.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 150 sentimeter.
Sejumlah kepala keluarga terdampak banjir, sebagian warga memilih mengungsi ke tenda darurat dan rumah kerabat, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah untuk menjaga harta benda mereka.
Sementara itu, Camat Kresek Eka Fathussidki, S.STP, yang turut melakukan monitoring bersama unsur Forkopimcam, BPBD Kabupaten Tangerang, serta perwakilan Kementerian Sosial, menyampaikan bahwa banjir diperparah oleh jebolnya tanggul di Kampung Sukasari RT 02/02, selain faktor curah hujan yang tinggi.
Pemerintah Kecamatan Kresek bersama BPBD Kabupaten Tangerang telah mendirikan tenda pengungsian dan dapur umum di sejumlah titik, termasuk di Desa Kresek, guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak banjir.
Koordinator Kementerian Sosial Kabupaten Tangerang, Mia Rosmiati, menyampaikan bahwa kondisi banjir relatif terkendali meski genangan air meluas hingga wilayah Kecamatan Gunung Kaler. Ia juga menyoroti kondisi Sungai Cidurian yang kerap meluap saat musim hujan akibat pendangkalan dan abrasi bantaran sungai.
“Diperlukan penanganan jangka panjang, seperti pengerukan sungai dan pembangunan tanggul permanen, agar banjir serupa tidak terus berulang,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Kresek Saidul Milad bersama Tim gabungan masih terus siaga dan melakukan pemantauan intensif di wilayah terdampak banjir demi memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Penulis : Nurhaedi Nedi
Kabiro Kabupaten Tangerang
Editor : Yudi Sayuti, S.T.















Komentar