Kabid SD Disdikbud Tapsel Terlibat Dugaan Korupsi DAK Sekolah, Begini Tanggapannya

banner 468x60

TAPANULI SELATAN, SUMUT: analisasiber.com, – Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Syarif Hidayatullah, membantah keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi program revitalisasi sekolah yang saat ini tengah diselidiki

Menurut Syarif Hidayatullah, program Dana Alokasi Khusus (DAK) yang menjadi objek penyelidikan berlangsung pada tahun anggaran 2024, sementara dirinya baru menjabat sebagai Kabid Pembinaan SD pada akhir 2026.

banner 336x280

Karena itu, ia menegaskan tidak terlibat dalam proses pelaksanaan program tersebut.

Saya baru menjabat setelah program itu berjalan. DAK tahun 2024 bukan pada masa jabatan saya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga mengaku tidak mengetahui secara detail terkait laporan yang menjadi dasar penyelidikan kejaksaan.

Menurutnya, saat Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan meminta data pembanding terkait pelaksanaan DAK 2024, dirinya hanya membantu koordinasi internal dengan staf serta pejabat fungsional yang menangani bidang sarana dan prasarana.

Syarif Hidayatullah menjelaskan, pada saat program revitalisasi sekolah dilaksanakan, jabatan Kabid Pembinaan SD masih dipegang oleh Sarif Husin Harahap’ Beberapa waktu kemudian, pejabat tersebut dicopot dari jabatannya.

Sementara itu, posisi pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Selatan saat program berjalan masih dijabat oleh Arman Pasaribu sebagai Kepala Disdikbud.

Saat ini, Arman Pasaribu menjabat sebagai Kepala Bagian Administrasi Pembangunan sekretariat Kabupaten Tapanuli Selatan.

Diketahui, Kejaksaan Negeri Tapanuli Selatan sedang melakukan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi dalam program revitalisasi sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Program tersebut mencakup revitalisasi 287 sekolah dasar dan 50 sekolah menengah pertama di Kabupaten Tapanuli Selatan pada tahun anggaran 2024 hingga 2025.

Sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tapanuli Selatan dikabarkan telah dimintai keterangan untuk mendukung proses penyelidikan. (Hend)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *