oleh

Diduga Layani Mobil Siluman, SPBU PT.Raidja Panggabean Disorot Warga Terkait Penyaluran BBM Subsidi

banner 468x60

ANALISASIBER.COM

SIBOLGA – Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di SPBU PT. Raidja Panggabean, Jl.S Parman, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Sumatera Utara menjadi sorotan masyarakat. SPBU tersebut diduga melayani pengisian BBM subsidi jenis Bio Solar kepada sejumlah kendaraan yang disebut warga sebagai “mobil siluman” dan diduga digunakan untuk kepentingan penimbunan serta penjualan kembali dengan harga lebih tinggi.

banner 336x280

Informasi tersebut disampaikan seorang warga kepada awak media, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Menurutnya, aktivitas sejumlah kendaraan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan hampir setiap hari terlihat melakukan pengisian BBM subsidi secara berulang.

“Setiap hari ada beberapa unit mobil siluman yang antre mengisi Bio Solar subsidi di SPBU Taman Bunga. Kendaraan itu berkali-kali keluar masuk SPBU untuk mengisi BBM. Diduga minyak tersebut kemudian ditimbun di suatu tempat sebelum dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi,” ujar warga tersebut. Senin 6/7/2026.

Ia menduga pola pengisian berulang tersebut dilakukan untuk memperoleh BBM subsidi dalam jumlah besar sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi pihak-pihak tertentu. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, praktik itu sangat merugikan masyarakat yang benar-benar berhak memperoleh BBM subsidi.

Warga juga menilai praktik tersebut bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan mengenai penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi. Ia mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 yang mengubah sejumlah ketentuan, termasuk terkait sanksi terhadap penyalahgunaan BBM subsidi sebagaimana diatur dalam ketentuan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi.

“Kami berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait segera melakukan pemeriksaan. Jangan sampai BBM subsidi yang seharusnya dinikmati masyarakat justru dimanfaatkan oleh oknum untuk mencari keuntungan pribadi,” katanya.

Selain meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan, warga juga mendesak PT Pertamina selaku badan usaha yang menyalurkan BBM subsidi agar segera turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap SPBU Taman Bunga.

Menurutnya, apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap ketentuan penyaluran BBM subsidi, Pertamina diminta memberikan sanksi administratif sesuai aturan yang berlaku, termasuk melakukan evaluasi terhadap operasional SPBU tersebut.

“Kami meminta Pertamina tidak tutup mata. Jika memang terbukti ada pelanggaran, berikan tindakan tegas agar tidak merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM subsidi,” tegasnya.

Hingga berita ini disusun, pihak pengelola SPBU Taman Bunga belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Demikian pula pihak PT Pertamina maupun aparat penegak hukum setempat masih belum memberikan tanggapan. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh informasi yang berimbang.(Tim)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *