Pandeglang, detikPerkara,| Analisasiber.com — Di tengah derasnya hujan dan hangatnya semangat kebersamaan, sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Sukaresmi menyuarakan keprihatinan terhadap tata pelaksanaan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang digelar di rumah salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sidamukti, Selasa (11/11/2025).
Pelaksanaan penyaluran di satu titik ini menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Berdasarkan ketentuan umum, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) semestinya memiliki kebebasan melakukan pencairan bantuan di lokasi yang ditentukan oleh sistem perbankan atau lembaga penyalur resmi, bukan di tempat yang ditetapkan sepihak. Namun, realitas di lapangan tampak berbeda.
Sejumlah warga mengaku harus menunggu lama dalam kondisi hujan untuk menerima bantuan. Salah seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengatakan,
“Kami harus menunggu lama di tengah hujan. Harapan kami sederhana — semoga pencairan bisa dilakukan secara bebas, tidak ditentukan di satu tempat saja,” ujarnya.
Kritik juga disampaikan oleh Kasman, tokoh masyarakat asal Cibungur–Sukaresmi, yang menyoroti mekanisme tersebut. Ia menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pelaksanaan program sosial.
“Penyaluran PKH dan BPNT harus dijalankan sesuai petunjuk teknis dan pedoman yang berlaku. Jangan sampai muncul kesan adanya penggiringan atau pengaturan yang berpotensi merugikan masyarakat,” ungkapnya dengan nada tegas namun reflektif.
Meski demikian, dalam semangat asas praduga tak bersalah, hingga saat ini belum ada bukti konkret yang menunjukkan adanya pelanggaran oleh pihak tertentu. Dugaan masyarakat masih sebatas keresahan sosial yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum atau instansi terkait.
Peristiwa ini seakan menjadi pengingat bersama tentang esensi dari kebijakan sosial: bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan manifestasi keadilan dan kemanusiaan. Sebab, bantuan sosial sejatinya adalah jembatan yang menghubungkan nurani negara dengan rakyatnya.
Maka, penyaluran bantuan publik tidak hanya berbicara tentang data dan jadwal, tetapi juga martabat manusia yang menuntut penghormatan. Ketika program sosial dijalankan dengan kejujuran dan ketulusan, di sanalah makna keadilan menemukan wujudnya — bukan di atas kertas, melainkan di hati masyarakat yang merasakannya.
🖋️ Reporter: Tim
📍 Editor: Redaksi
📢 Diterbitkan oleh: PT Global Suara Siber
🌐 Analisasiber.com – Cepat dan Akurat















Komentar