ANALISASIBER.COM
PANDAN — Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Mahmud Efendi pada Rabu, 2 September 2026 menegaskan pentingnya kehadiran regulasi khusus untuk memperbaiki wilayah-wilayah di Tapanuli Tengah yang mengalami perubahan geografis dan tata ruang akibat bencana alam. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Forum Rembuk dan Bincang-Bincang Otonomi Daerah (REBOAN) bersama Kementerian Dalam Negeri secara virtual dari Ruang Rapat Cendrawasih, Kantor Bupati Tapanuli Tengah.
Dalam forum yang mempertemukan para Kepala Daerah dengan Kementerian Dalam Negeri ini, Mahmud Efendi menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah mengalami kerusakan dan pergeseran bentang alam akibat bencana yang terjadi beberapa waktu lalu. Menurutnya, payung hukum dan regulasi yang tepat sangat dibutuhkan agar pemerintah daerah dapat melakukan percepatan pemulihan sehingga kawasan tersebut dapat kembali produktif dan berkembang.
Selain isu pemulihan pascabencana, Wakil Bupati juga menyoroti potensi besar sektor kelautan dan perikanan Tapanuli Tengah yang belum berbanding lurus dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan garis pantai yang sangat panjang, Tapanuli Tengah justru dihadapkan pada rendahnya kontribusi sektor kelautan dan perikanan terhadap keuangan daerah.
Mahmud Efendi mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah aturan terkait Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di sektor perikanan yang dinilai memberatkan aktivitas di daerah. Kondisi ini memicu penurunan aktivitas bongkar muat kapal nelayan di Tapanuli Tengah, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pelemahan ekonomi masyarakat pesisir serta merosotnya perolehan PAD.
“Apa yang dihasilkan dari perikanan dan industri kelautan saat ini belum memberikan hasil yang berdampak optimal kepada pendapatan daerah kita. Kami berharap ada evaluasi dan perubahan regulasi agar perekonomian masyarakat nelayan di Tapanuli Tengah dapat meningkat serta memberikan kontribusi nyata bagi PAD,” kata Mahmud Efendi.
Melalui forum REBOAN ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah berharap Kementerian Dalam Negeri dan instansi pusat terkait dapat menindaklanjuti masukan tersebut, guna mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana sekaligus mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir melalui kebijakan fiskal daerah yang lebih berkeadilan.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah Drs. Binsar TH Sitanggang, M.SP., Asisten Administrasi dan Umum Setdakab Tapanuli Tengah Dra. Nurjalilah, Kabag Tapem Setdakab Tapteng Despi Erwanto, AP., MM.(FS)
#TaptengNaikKelas
#TaptengBangkit
#TaptengTangguh
#SahataSaoloan
#DiskominfoTapteng

















Komentar