ANALISASIBER.COM
Tapanuli Tengah – Aktivitas pedagang liar yang berjualan di sepanjang bahu Jalan Sibolga–Padang Sidempuan semakin menjamur, Tepatnya di sekitar gapura selamat datang hingga arah jalan sibuluan, Kabupaten Tapanuli Tengah, kembali menuai keluhan dari masyarakat. Keberadaan para pedagang yang menggunakan bahu hingga badan jalan dinilai menjadi salah satu penyebab utama kemacetan serta mengancam keselamatan pengguna jalan, Sabtu (7/2/2026).
Sejumlah pejalan kaki mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Salah seorang pejalan kaki yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ruang pejalan kaki kini hampir tidak bisa digunakan karena dipenuhi lapak dagangan.
“Ini bukan tempat berjualan. Tempat berjualan sudah disediakan oleh pemerintah. Akibat pedagang liar ini, kalau saya berjalan terpaksa harus ke badan jalan. Keselamatan saya jelas terancam karena kendaraan lalu lalang,” ujarnya kepada wartawan.
Keluhan serupa juga disampaikan pengendara becak motor (betor). Seorang pengendara betor berinisial SM mengungkapkan, kemacetan kerap terjadi saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam sibuk, bahkan yang belanja tak segan-segan berbelanja dari kendaraannya.
“Kalau saya melintas di jalan ini, sering macet. Dampaknya penumpang saya jadi terlambat sampai ke tujuan,” ucap SM.
Ia berharap instansi terkait segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, penertiban pedagang liar sangat diperlukan agar arus lalu lintas kembali lancar dan keselamatan pengguna jalan terjaga.
“Jadi saya minta kepada Kepala Satpol PP beserta jajarannya agar turun secepatnya untuk menertibkan pedagang liar di sepanjang jalan ini,” tegasnya.
Masyarakat berharap penertiban dilakukan secara tegas, dengan mengarahkan para pedagang untuk menempati lokasi berjualan yang telah disediakan pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satuan Polisi Pamong Praja belum berhasil dikonfirmasi. Wartawan masih berupaya menemui Kepala Satpol PP untuk mendapatkan keterangan resmi terkait rencana penertiban pedagang liar tersebut.(Sep.LG)


















Komentar