oleh

Panen Kangkung di Lapas Padangsidimpuan Jadi Wujud Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

banner 468x60

Padangsidimpuan, Sumut: analisasiber.com, – Sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan mendukung ketahanan pangan, Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan memanfaatkan lahan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk budidaya sayur­mayur. Melalui program ini, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam proses pertanian mulai dari menanam, merawat hingga memanen sayur kangkung.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Padangsidimpuan, Bapak Mathrios Zulhidayat Hutasoit, mengatakan bahwa budidaya kangkung ini bukan sekadar kegiatan hortikultura, namun merupakan sarana edukasi dan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal hidup produktif setelah kembali ke masyarakat. Kegiatan di SAE ini sekaligus menegaskan visi pemasyarakatan yang berubah dari sekadar menjalani pidana menjadi proses pembelajaran dan pembentukan kemandirian.

banner 336x280

Panen yang dilakukan oleh warga binaan ini kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur di Lapas. Dengan demikian, program tersebut menjadi win-win: warga binaan memperoleh pengalaman kerja nyata, Lapas memperkuat wujud ketahanan pangan lapas.

Selain aspek produktivitas, kegiatan ini juga memiliki nilai edukatif warga binaan belajar tanggung-jawab, disiplin, kerja kolektif dan rasa memiliki terhadap hasil kerja mereka sendiri. Dengan demikian ketika masa pembinaan selesai, bekal keterampilan ini bisa menjadi pondasi bagi kehidupan baru yang lebih mandiri dan bermartabat.

Kegiatan panen di SAE Lapas Padangsidimpuan ini diharapkan akan terus dikembangkan, baik dari sisi luas lahan, ragam komoditas, maupun pemasaran hasil produksi agar manfaatnya semakin besar dan berkelanjutan. Sinergi antara petugas, warga binaan, dan mitra eksternal menjadi kunci keberhasilan program ini. (Hendri)

 

Sumber: Humas Lapasid

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *