MANADO — Kabar membanggakan datang dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus menjadi perhatian masyarakat Sulawesi Utara. Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Dr. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. mendapat promosi untuk mengemban jabatan strategis di tingkat Markas Besar Polri.
Berdasarkan daftar mutasi jabatan yang beredar, Roycke Harry Langie dipercaya menduduki posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri).
Promosi tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan karier perwira tinggi Polri yang dikenal sebagai putra Sulawesi Utara tersebut. Dari posisi Kapolda Sulut, Roycke kini mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas pada level strategis di Mabes Polri.
Roycke dijadwalkan menggantikan Komjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.
Posisi Astamaops Kapolri bukan jabatan biasa. Bidang operasi merupakan salah satu unsur penting dalam menentukan arah, strategi, koordinasi dan pelaksanaan operasi kepolisian secara nasional. Karena itu, jabatan tersebut memiliki bobot tanggung jawab yang jauh lebih luas dibandingkan kepemimpinan pada tingkat kewilayahan.
Dengan promosi ini, Roycke Harry Langie diproyeksikan naik ke level perwira tinggi Polri berpangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol).
Seiring dengan promosi Roycke ke Mabes Polri, posisi Kapolda Sulawesi Utara juga mengalami pergantian. Kapolri menunjuk Brigjen Pol Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. untuk menggantikan Roycke Harry Langie sebagai Kapolda Sulawesi Utara.
Sebelum mendapat kepercayaan memimpin Polda Sulut, Yudo Hermanto tercatat menjabat sebagai Karopaminal Divpropam Polri.
Pergantian tersebut tercantum dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 tertanggal 30 Agustus 2026, yang menjadi bagian dari rangkaian mutasi dan rotasi sejumlah perwira tinggi serta perwira menengah Polri.
Dengan masuknya Yudo Hermanto, tongkat komando Polda Sulut selanjutnya akan beralih dari Roycke Harry Langie kepada perwira tinggi berpangkat bintang satu tersebut.
Pergantian pucuk pimpinan ini sekaligus menandai dimulainya fase baru kepemimpinan Polda Sulut. Publik tentunya akan menunggu arah kebijakan Yudo Hermanto dalam menjaga keamanan, pelayanan masyarakat serta penegakan hukum di wilayah Sulawesi Utara.
Perjalanan Roycke menuju jabatan tersebut menjadi catatan tersendiri bagi Sulawesi Utara. Sebagai Kapolda, ia memimpin jajaran Polda Sulut dalam menghadapi berbagai dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah yang memiliki karakter geografis serta sosial yang beragam.
Pengalaman memimpin kepolisian di tingkat daerah menjadi modal penting ketika dirinya dipercaya masuk dalam struktur strategis Mabes Polri.
Astamaops Kapolri memiliki posisi penting dalam memastikan berbagai kebijakan operasi kepolisian dapat diterjemahkan secara efektif di lapangan. Tantangannya pun tidak hanya berkaitan dengan persoalan keamanan konvensional, tetapi juga berbagai perkembangan kejahatan dan gangguan kamtibmas yang semakin kompleks.
Karena itu, promosi Roycke tidak sekadar dipandang sebagai kenaikan pangkat atau jabatan, melainkan juga sebagai peningkatan kepercayaan dan tanggung jawab di tubuh Polri.
Bagi masyarakat Sulawesi Utara, promosi tersebut memiliki arti tersendiri. Roycke Harry Langie menjadi salah satu putra daerah yang mendapat kepercayaan untuk menempati posisi strategis di pucuk struktur operasional Polri.
Kepercayaan tersebut sekaligus membawa ekspektasi baru. Pengalaman selama memimpin Polda Sulut diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas yang cakupannya kini bersifat nasional.
Di tengah dinamika organisasi Polri sepanjang 2026, pergantian sejumlah posisi strategis merupakan bagian dari proses penyegaran dan regenerasi kepemimpinan. Masuknya Roycke ke jajaran pimpinan strategis Mabes Polri menunjukkan bahwa kariernya terus bergerak ke level yang lebih tinggi.
Namun, jabatan baru tersebut juga menghadirkan tantangan besar. Sebagai Astamaops Kapolri, Roycke akan berhadapan dengan berbagai agenda operasi kepolisian yang membutuhkan kemampuan koordinasi lintas wilayah dan lintas satuan.
Efektivitas penanganan keamanan nasional, pengendalian operasi, kesiapsiagaan menghadapi gangguan kamtibmas hingga respons Polri terhadap berbagai situasi strategis akan menjadi bagian dari tantangan yang harus dijawab.
Promosi itu pada akhirnya menjadi momentum penting dalam perjalanan karier Roycke Harry Langie. Dari Sulawesi Utara, ia kini dipercaya mengemban tanggung jawab di tingkat nasional.
Sementara itu, dengan ditunjuknya Brigjen Pol Yudo Hermanto sebagai Kapolda Sulut, masyarakat kini menanti kiprah dan kebijakan baru di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru.
Bagi masyarakat Sulut, kenaikan Roycke tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan personal bagi sang perwira tinggi, tetapi juga menjadi catatan bahwa putra daerah mampu menembus salah satu posisi strategis dalam struktur kepemimpinan Polri. (POLAPA)
















Komentar