oleh

Dua Bulan Pascabencana Longsor di Tapteng, Tiga Korban Belum Pernah Dicari

banner 468x60

ANALISASIBER.COM

TUKKA, TAPTENG — Dua bulan pascabencana tanah longsor yang terjadi pada 25 November 2025 di Lingkungan IV Malaka, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, tiga orang korban hingga kini belum ditemukan. Ironisnya, pihak keluarga menyebut tidak pernah ada upaya pencarian di lokasi tersebut sejak hari pertama kejadian.

banner 336x280

Tiga korban dimaksud merupakan satu keluarga, masing-masing ayah kandung, inang uda (bibi), dan adik sepupu. Hingga Januari 2026, keberadaan mereka masih belum diketahui, sementara duka dan kekecewaan mendalam menyelimuti keluarga yang ditinggalkan.

Pada Senin (19/1/2026) pagi, sejumlah wartawan bersama keluarga korban melakukan konfirmasi lanjutan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah. BPBD menyampaikan bahwa secara umum masa pencarian korban longsor telah dihentikan. Namun, pihak BPBD mengakui adanya kemungkinan data korban dari Lingkungan IV Malaka belum tercatat dalam sistem mereka.

“Untuk lokasi Lingkungan IV Malaka, besar kemungkinan datanya belum kami terima, sehingga tim belum bergerak ke sana,” ujar Sekretaris BPBD Tapteng melalui sambungan telepon WhatsApp stafnya, saat wartawan mendatangi Kantor BPBD Tapteng yang berlokasi di samping Kantor Camat Pandan.

Dalam pertemuan tersebut, pihak BPBD meminta keluarga menyerahkan identitas korban untuk memastikan apakah nama-nama tersebut tercatat dalam data resmi korban bencana. Menindaklanjuti hal itu, keluarga korban langsung menyerahkan data tiga anggota keluarga yang diduga tertimbun longsor.

Pihak keluarga menegaskan, sejak bencana terjadi hingga memasuki tahap pemulihan, tidak pernah ada satu pun upaya pencarian yang dilakukan di Lingkungan IV Malaka.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut, awak media melakukan konfirmasi ke pemerintah setempat. Kepala Lingkungan IV Malaka, Benny Sitompul, membenarkan bahwa laporan dari keluarga korban telah diterimanya dan diteruskan kepada pihak kelurahan.

“Laporan dari keluarga sudah saya terima dan sudah saya sampaikan ke pihak Lurah,” katanya.

Sementara itu, Lurah Hutanabolon, P. Pakpahan, menyatakan bahwa data korban telah diteruskannya ke BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah sekitar lima hari setelah kejadian.

“Untuk soal pencarian, saya tidak mengetahui secara rinci karena saat itu saya juga fokus menangani ribuan warga terdampak,” ujarnya.

Camat Tukka, Yanmuzir Hutagalung, mengaku belum mengetahui secara detail permasalahan tersebut. Ia menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung ke pihak kelurahan.

“Saya baru sekitar satu bulan menjabat sebagai Camat Tukka, sehingga belum memahami kondisi wilayah secara menyeluruh,” katanya.

Merasa tidak memperoleh kepastian dan perhatian serius, pihak keluarga akhirnya menyurati Kapolres Tapanuli Tengah. Surat tersebut berisi permohonan bantuan kepada Polri agar dilakukan pencarian terhadap ketiga anggota keluarga mereka yang hingga kini belum ditemukan.

“Semoga melalui surat ini, Polres Tapanuli Tengah dapat membantu kami mencari jenazah ayah kami, inang uda, dan adik sepupu kami,” harap pihak keluarga.

Kekecewaan terhadap penanganan pemerintah daerah juga disampaikan oleh keluarga korban. Mereka menilai negara telah abai terhadap nasib korban longsor di wilayah tersebut.

“Sejak hari pertama kejadian sampai hari ini, tidak satu pun pihak datang melakukan pencarian atau meninjau langsung lingkungan kami. Kami sangat kecewa terhadap penanganan tanggap darurat bencana, khususnya oleh BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah,” ungkap Epi Derman Gea, didampingi adiknya, Hendri Jaya Gea.

Menurut keluarga, laporan telah disampaikan sejak awal bencana, namun hingga dua bulan berlalu tidak ada langkah konkret untuk mencari korban.

“Kami berharap pemerintah pusat, provinsi, dan daerah benar-benar hadir. Ayah kandung kami, inang uda, dan adik sepupu kami tertimbun longsor, tetapi hingga kini seolah dibiarkan,” tutup Epi dengan nada pilu.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi dan klarifikasi yang disampaikan awak media melalui pesan WhatsApp pribadi. (Sep)

 

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *