ANALISASIBER.COM
TAPTENG – Kinerja Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Cabang Sibolga menuai sorotan warga.
Di tengah klaim ketersediaan stok Beras yang mencukupi oleh pihak Perum Bulog Cabang Sibolga, namun penyaluran Program Bantuan Pangan berupa Beras dan Minyak Goreng Kemasan alokasi Februari-Maret 2026 di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) justru mandek atau terhenti dengan alasan ketidaktersediaan kemasan Beras karung plastik isi 10 kg karena adanya kenaikan bahan plastik untuk memproduksi kemasan karung plastik tersebut.
Akibatnya, dari data yang diperoleh dari Perum Bulog Sibolga untuk penyaluran bantuan Program Bahan Pangan berupa Beras dan Minyak Goreng Kemasan alokasi Februari-Maret 2026 di Kabupaten Tapteng baru hanya diberikan kepada Penerima Bantuan Bahan Pangan (PBP) di 3 (tiga) Kecamatan yakni Kecamatan Pinang Sori berjumlah 3.105 PBP, Kecamatan Sitahuis berjumlah 958 PBP dan di Kecamatan Pasaributobing berjumlah 1.112 PBP. Artinya dari 3 (tiga) Kecamatan tersebut total keseluruhan 5.175 PBP dengan bantuan pangan Beras sebanyak 103.500 kg dan Minyak Goreng Kemasan sebanyak 20.700 liter.
Sedangkan sebanyak 17 Kecamatan lagi di Tapteng dengan 41.717 PBP dengan bantuan pangan berupa Beras sebanyak 834.340 kg dan Minyak Goreng Kemasan sebanyak 166.868 liter belum juga disalurkan.
Kepala Perum Bulog Sibolga Junaidi Damanik melalui Asisten Manager (Asmen) Operasional Donny Sitorus mengakui bahwa mandek atau terhentinya sebagian penyaluran bantuan Program Bahan Pangan Beras disebabkan masalah ketidaktersediaan kemasan Beras karung plastik dengan isi 10 kg.
Dirinya juga menyebutkan ketidaktersediaan kemasan Beras karung plastik akibat dari adanya kenaikan harga bahan plastik secara nasional hingga global berdampak pada produksi karung kemasan Beras.
“Memang terjadi kenaikan harga bahan plastik, sehingga mempengaruhi produksi kemasan Beras karung plastik,” ucap Donny Sitorus Asmen Operasional saat ditemui di Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Selasa (5/5/2026).
Lanjutnya, dan pihak Perum Bulog Sibolga saat ini sedang menunggu pasokan kemasan Beras karung plastik isi 10 kg tersebut dari Kantor Perum Bulog pusat di Jakarta, selama kurang lebih 2 (dua) bulan atau sekitar akhir bulan Mei ini.
Menanggapi hal itu, salah seorang warga Tapteng Ricardo merasa kecewa dengan mandek atau terhentinya penyaluran bantuan pangan Beras di Tapteng alokasi Februari – Maret 2026.
“Kita mempertanyakan manajemen Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, mengapa kebutuhan kemasan tidak dipersiapkan jauh – jauh hari sebelumnya, ” keluh warga.
Lanjutnya, jika karung Beras kemasan plastik tidak ada atau tidak tersedia bukan membuat penyaluran bahan pangan Beras terhenti atau mandek, seharusnya Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga mencari solusi alternatif untuk menggantikan kemasan Beras karung plastik dengan kemasan lain di Pasar lokal.
“Kalau soal kemasan, kan bisa diganti dengan kemasan lain, yang terpenting adalah isinya Beras Bersih sesuai takaran bahan pangan yang diberikan kepada Penerima Bahan Pangan (PBP) dapat tersalur seluruhnya, karena yang terpenting warga sangat membutuhkan Berasnya bukan kemasannya,” katanya.
Untuk itu, warga mendesak agar Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga segera mempercepat penyaluran Beras tersebut dan jangan ditunda – tunda lagi karena warga Tapteng yang saat ini belum mendapatkan bantuan pangan tersebut sangat membutuhkannya ditengah perekonomian masyarakat yang semakin sulit pasca bencana Banjir dan Longsor di Tapteng.
“Kedepannya, Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga haruslah mempersiapkan jauh – jauh hari sebelum program berjalan, apalagi Program bantuan pangan bukan hal yang baru bagi Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga agar penyaluran bantuan pangan Beras tidak molor atau terlambat lagi,” ucapnya. ( SLG )









Komentar